PERKETAT MOBILITAS MASYARAKAT DENGAN HIMBAUAN DIRUMAHAJA.

SATPOPP DIY ( 19-04-2020) Pengawasan Tibumtranmas dalam rangka pencegahan covid19 dilaksanakan hari minggu pagi (29/04).Sebelum melaksanakan tugas Apel dulu yang oleh AKBP Tri Rina selaku Kasubdit vvip dit pam obvit Polda DIY.

Arahnya dari AKBP Tri Rina mengatakan bahwa Kepolisian , Satpol PP, TNI harus harmonis dan sinerginitas dalam melaksana tugas ini.” Kata Tri Rina.”

Dalam pelaksanaan tugas harus dengan sikap humanis, santun dalam memberikan arahan informasi dan hinbauan dan tidak diperkenankan memberikan sanksi atau tindakan fisik dalam mendisiplinkan warga. apabila masih ada masyarakat ngeyel tetap diberikan arahan dengan santun.

Saat ini potensi masyarakat untuk keluar rumah masih cukup tinggi, petugas agar melakukan himbauan untuk mengontrol orang yang keluar rumah dan yang berada di kerumunan untuk physical distancing.

Dengan memperketat dan mempersempit mobilitas masyarakat dengan himbauan agar *#dirumahaja* minimal akan mengurangi warga aktifitas diluar rumah.

*Personel yang bertugas hari ini dari
Satpol PP DIY regu F, Korem 072 PMK, Ditsamapta Polda DIY,Brimobda DIY,
Denpom IV/2 DIY

Tim tersebut diatas menjadi harapan Bapak Gubernur DIY agar masyarakat terkontrol dalam rangka pencegahan covid19
Rute yang akan dilalui terindikasi berkumpulnya masyarakat: mulai dari Mako satpol PP DIY menuju Gedongkuning jl wonosari, Pasar karsuli, Pasar piyungan baru, pasar piyungan lama,patuk,bukit bintang,gading playen, pasar sapi siyono , jl. kh agus salim ,pasar wonosari.

Petugas di pasar karsuli pengunjung dihimbau memakai masker menjaga jarak dan sering2 cuci tangan.demikian pula di Pasar piyungan baru petugas masuk memperkenalkan diri dari Satpol PP DIY. bekerjasama dg pembina dari Kepolisian polda DIY dan TNI, Korem dan Denpom.menghimbau kpd penjual dan pembeli untuk selalu memakai masker, menjaga jarak agar tidak tertular virus dr orang lain kemudian sesering mungkin untuk cuci tangan.

Di pasar piyungan lama mengedukasi dan memberikan himbauan melalui corong megaphone dengan memperkenalkan diri bahwa DIY sampai saat ini masih darurat bencana covid19 agar selalu memakai masker, jaga jarak antar orang dan sering2 cuci tangan

Petugas mengawasi toserba sambipitu buka pukul 07.30 – 20.00 wib biasanya jam 22. karyawan sebagian diliburkan setiap hari 7 orang pegawai.

Toko tersebut sudah menyediakan cuci tangan, telah dibuatkan tanda jaga jarak yang akan transaksi atau pembayaran, di pujasera atau foodcourt sudah ada tànda jaga jarak jugà, pengunjung sdh melaksanakan sesuai dg himbauan toko.

Lokasi dipasar sapi siyono tutup masyarakat sekitar kerjabakti bersih-bersih sekitar pasar tetapi tidak memakai masker, dihimbau untuk memakai masker.Denikian pula pasar wonosari, sudah 4 kali semprotan desinfectan di luar pasar tiap hari disemprot. terlihat sepi pengunjung dampak dr covid19, penjual sudah 95 % sudah memakai masker, kurangnya sekat- sekat dan titik- titik untuk tempat cuci tangan.

Evaluasi dan masukan bahwa masih banyak warga di wonosari khususnya di pasar siyono tidak mempunyai masker sehingga perlu pembagian masker kpd warga sekitar.
Dan di pasar wonosari perlu dibuatkan tempat cuci tangan yang representatif dan sesegera mungikin serta mudah dijangkau pengunjung pasar.
Jaga jarak physical distancing. Memakai masker untuk jaga kesehatan diri SALAM SEHAT (skm/tim patroli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *