COVID MENINGKAT PENFERITANYA WARGA BANYAK YANG BERKERUMUN DIANKRINGAN

SATPOL PP DIY ( 08-06-2020) satpolpp.jogjaprov .go.id Kegiatan Operasi pengawasan keamanan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, Kamis malam Mei 2020 pkl 20.00 s/d selesai.

*APP* oleh Kasi Dalops Satpol PP DIY, Bp Edhy Hartana, S.Pd. Arahan adl sbb :
– bahwa dlm bertugas ttp wajib mengutamakan keselamatan diri, artinya kita wajib memakai masker dan ttp melakukan physical distancing
– bahwa sasaran operasi adl strong point dr intelejen dan operasi sebelumnya, tetapi rute tdk saklek, artinya bisa menyesuaikan keadaan di lapangan

*PERSONEL :*
– Satpol PP DIY, *Regu E*
– Ditsamapta Polda DIY
– Brimob Polda DIY
– Denpom IV/2 Yk
– Korem 072 Pmk

*RUTE :*
Mako Satpol PP DIY – Jl Kusumanegara – Jl Sultan Agung – Jl Mayor Suryotomo – Jl Mataram – Kleringan – Jl Ahmad Jazuli – Jl Prau – Jl Faridan M Noto – Jl Jend Sudirman – Jl Mangkubumi – Kleringan – Jl Abu Bakar Ali – Jl Pasa Kembang – Badran – Jl Letjen Suprapto – Jl KHA Dahlan – Alun2 Utara – Jl Brigjen Katamso – Tungkak – Jl Tamansiswa – Jl Kusumanegara – Mako Satpol PP DIY

*HASIL :*
*√ Jl Kusumanegara*
*1. Angkringan Mbelgedes*
Pengunjung banyak yang makan ditempat kurleb 10 org, tanpa physical distancing, tanpa masker. Sediaan kursi masih banyak dan terlalu berdekatan. Ketika petugas datang, pembeli langsung membubarkan diri.
*Tindakan :* menegur secara lisan pemilik angkringan, meminta untuk mengurangi sediaan kursi hingga 50%, menyarankan untuk mengurangi kerumunan dengan sebisa mungkin hnya melayani untuk bungkus. Kepada pembeli yang masih berada ditempat menyarankan untuk memakai masker, mengurangi aktivitas berkerumun.
*2. Kafe Tempat Teman*
Kafe dalam keadaan tutup, tetapi didalam terdapat kurleb 7-9 org, tidak berjarak, ada yg tidak pakai masker. Mereka beralasan menunggu kafe.
*Tindakan :* meminta mereka untuk tidak berkerumun, selalu menjaga jarak minimal 1meter dan memakai masker.
*3. Warmindo Sindang Agung*
Kondisi warmindo sangat ramai, kurleb 13-15 org, tanpa physical distancing, sebagian besar tidak memakai masker. Sediaan kursi masih banyak dan berdekatan. Buka 24 jam.
*Tindakan :* meminta mereka yg hanya nongkrong dan tidak memakai masker untuk segera pulang, mengurangi aktivitas berkerumun, menyarankan agar selalu menerapkan physical distancing ditempat umum, memakai masker bila keluar rumah. Menyarankan pemilik utk mengurangi sediaan kursi.
*4. Penjagaan Portal Muja Muju RT 41*
Kondisi cukup kondusif. Tidak terlalu banyak orang, sudah menerapkan physical distancing, sudah memakai masker.
*Tindakan :* mengapresiasi warga dan menyampaikan bahwa untuk selalu waspada, menerapkan physical distancing dan memakai masker.

*√ Kleringan*
*1. Angkringan Pak Tomi Bawah Jembatan Kleringan*
Kondisi Angkringan cukup ramai, kurleb 30-40 org. Belum menerapkan physical distancing, banyak diantaranya tidak memakai masker. Ketika petugas datang, sebagian besar membubarkan diri.
*Tindakan :* meminta pembeli yg hanya nongkrong utk segera membubarkan diri dan utk mengurangi aktivitas nongkrong. Selalu menerapkan physical distancing dan memakai masker bila keluar rumah.
Kpd pemilik, petugas meminta utk menggulung tikar, mengurangi sediaan tikar hingga 50%.
Pemilik membuat surat pernyataan akan mematuhi himbauan dr pemerintah.

*√ Kotabaru (Utara Masjid Syuhada)*
*1. Angkringan Jowo*
Kondisi cukup ramai, pengunjung kurleb 30 org. Belum menerapkan physical distancing, banyak diantaranya tidak memakai masker. Ketika petugas datang, sebagian besar membubarkan diri.
*2. Warung Pojok Syuhada*
Kondisi cukup ramai, kurleb 15 org. Belum menerapkan physical distancing. Pembeli banyak bersembunyi di balik mobil. Sehingga dari jalan tidak terlalu terlihat oleh petugas. Ketika petugas datang, sebagian besar membubarkan diri.
*Tindakan petugas pada Angkringan Jowo dan Warung Pojok Syuhada :*
Menegur pemilik usaha, meminta utk bersama2 memutus mata rantai covid19, yaitu dengan mengurangi Kerumunan massa, mengurangi sediaan tikar, sebisa mungkin hanya melayani bungkus/take away.
Menerapkan physical distancing dengan benar apabila terpaksa ada yg makan ditempat, dan selalu memakai masker.

*√ Jl Mangkubumi*
*1. The 101 Hotel*
Kondisi cukup sepi, tingkat hunian hanya kurleb 10%. Utk menghidupkan suasana, pihak hotel membunyikan musik cukup keras.
Tindakan : meminta utk terus menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid19.
*2. Angkringan depan Bank Muamalat*
Kondisi cukup ramai, kurleb 20 org. Masih byk yang hanya nongkrong. Tidak memakai masker. Ketika petugas datang, sebagian langsung membubarkan diri.
*3. Angkringan Depan KR*
Kondisi cukup ramai, kurleb 20 org. Banyak yg sdh selesai makan dan hanya nongkrong2, tidak memakai masker.
*4. Angkringan Jaman Edan*
Kondisi cukup ramai, kurleb 20 org. Banyak yg sdh selesai makan dan hanya nongkrong2 dg alasan sedang rapat/membahas pekerjaan, byk yg tidak memakai masker. Sediaan kursi masih banyak dan tidak berjarak.
*Tindakan petugas pada Angkringan depan Bank Muamalat, Angkringan Depan KR dan Angkringan Jaman Edan :*
Meminta pembeli yg sudah selesai makan dan hanya nongkrong2 untuk segera pulang ke rumah masing2, mengingatkan untuk mengurangi aktivitas berkerumun (nongkrong2), selalu menerapkan physical distancing dan memakai masker bila keluar rumah.
Kepada pemilik angkringan, petugas meminta untuk ikut berperan memutus penyebaran covid19 dg cara mengurangi kerumunan pd angkringannya,, mengurangi sediaan tikar dan meja kursi hingga 50%, menerapkan physical distancing bagi pembeli yg makan ditempat, dan wajib memakai masker bagi penjual maupun pembeli.

*√ Alun2 Utara*
Kondisi cukup sepi, tetapi masih terlihat kurleb 15 orang yg nongkrong, tersebar di beberapa angkringan.
*Tindakan :*
meminta mereka untuk segera pulang ke rumah masing2 dan mengurangi dulu aktivitas berkerumun/nongkrong.

*√ Tamansiswa*
Petugas berada di wilayah Tamansiswa kurleb pukul 23, kondisi cukup sepi. Hanya ada beberapa ojek online berkumpul di depan Mr.Burger.
*Tindakan :* meminta ojol utk menerapkan physical distancing dan memakai masker.

*Evaluasi :*
– pada malam hari ditempat2 makan masih cukup sering dijumpai kerumunan massa. Orang2 tersebut bukannya tidak tahu bahaya penyebaran covid19 dlm kerumunan massa, tetapi kebanyakan kurang peduli. Diperlukan tindakan yg lebih tegas dg berdasarkan payung hukum yg jelas. (skm,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *