SANGSI TEGAS PERLU DITERAPKAN PADA PELANGGAR MASA PANDEMI COVID

SATPOL PP DIY (08-05-2020) satpolpp.jogjaprov.go.id.
Tim gabungan melaksanakan tugas dengan mengambil rute dari perempatan Gedongkuning
Perempatan Blok O
Pertigaan Janti
Jln. Kledokan
Perempatan Selokan Mataram
Perempatan
Perempatan UPN
Perempatan Kentungan
Jln. Kaliurang
Pertigaan Terban
Kridosono
Stasiun Lempuyangan
Jln. Dr. SutomoJln. Gayamjln. Kenari
Perempatan SGM
Yang didukung dengan personil dari SATPOL PP DY 16 Personil ,
BRIMOB POLDA DIY 9 personil, DITSAMAPTA POLDA DIY
5 Personil DENPOM
2 Personil, KOREM 072 PAMUNGKAS 2 Personil.
Melaksanakan tugas pada Kamis malam pukul 20,00
s,d 24,00 Wib dimulai dari
Sepanjang Jln. Gedongkuning s/d Janti banyak penjual warung angkringan ada sedikit-sedikit pembeli.
Tindakan :
Petugas memberikan himbauan pakai pengeras suara kepada pengunjung untuk pesan makan dibawa pulang dan tidak makan ditempat untuk mengurangi kerumunan massa, serta berkendara selalu memakai masker;
Rumah Makan Kopitu di Jln. Kledokan banyak pengunjung makan tanpa physical descanting.
Tindakan :
Petugas mengecek suhu tubuh pembeli;
Memberikan masker bagi pengunjung yang belum pakai masker;
Membubarkan kerumunan pengunjung untuk pulang ke rumah masing-masing;
Pemilik Rumah Makan untuk mengurangi 50 % kursi dan mengatur jarak lebih 1 m;
Sepanjang perempatan selokan mataram s/d Kentungan banyak penjual warung dan sedikit pembeli Petugas memberikan himbauan pakai pengeras suara kepada pengunjung untuk pesan makan dibawa pulang dan tidak makan ditempat untuk mengurangi kerumunan massa, serta berkendara selalu memakai masker serta pembeli selalu menyediakan cuci tangan dan mengatur jaga jarak aman;
Penjaga kampung/Ronda di Manggung Caturtunggal berkerumun dan tidak pakai masker.
Tindakan :
Petugas mengecek suhu tubuh pembeli;
Memberikan masker bagi penjaga yang belum pakai masker;
Mengatur jarak duduk lebih 1 m;
Ojek Online di Jln. Kaliurang berkerumun tanpa physical distancing;
Tindakan :
Petugas mengecek suhu tubuh pembeli;
Memberikan masker bagi ojol yang belum pakai masker;
Mengatur jarak duduk lebih 1 m;
Warung Angkringan di jalan Komplek UGM banyak pengunjung tanpa phisical discanting.
Tindakan :
Petugas mengecek suhu tubuh pembeli;
Memberikan masker bagi pembeli dan penjual yang belum pakai masker;
Pembeli untuk menjaga jarak lebih 1 m;
Penjual Crispy di Jln. Dr. Sutomo berkerumun pengunjung berjejer antrian.
Tindakan :
Petugas menghimbau pembeli mengatur jaga jarak aman lebih 1 m untuk antrian;
Mengecek suhu tubuh penjual dan pembeli pakai termogun;
Memberikan masker bagi yang belum memakai;
Menghimbau pembeli sampai rumah cuci tangan yang bersih sebelum ketemu keluarga;

Warung Makan Indomie Japemethe di Jln. Gayam Timur banyak berkerumun pengunjung.
Tindakan :
Petugas menghimbau pembeli membubarkan diri;
Mengecek suhu tubuh penjual dan pembeli pakai termogun;
Memberikan masker bagi yang belum memakai;
Menghimbau pembeli sampai rumah cuci tangan yang bersih sebelum ketemu keluarga;
Memberikan himbauan pada pemilik warung mengatur kembali tempat duduk lebih 1 m;
Memberikan Surat Edaran kepada pemilik warung tentang jam tutup warung;
Sepanjang jalan timoho, SGM, Gembiraloka, perempatan Gedongkuning warung-warung tidak terlalu banyak pengunjung atau cenderung sepi, tetapi Petugas tetap menghimbau dan mengingatkan memakai pengeras suara agar Pengunjung/Warga yang masih diluar beli makan pesan dibawa pulang tidak makan di tempat, berkendara memakai masker, sampai rumah cuci tangan dengan sabun dan air bersih serta ganti pakaian yang bersih sebelum ketemu keluarga.

EVALUASI :
Pengunjung warung makan masih banyak makan di tempat sambil ngobrol-ngobrol dan mereka tidak peduli lagi dengan pandemic Covid-19. Perlu diingatkan / dihimbau kembali masih bahayanya Sebaran Covid-19 untuk pesan makan dibawa pulang dan menjaga jarak aman serta berkendara memakai masker serta cuci tangan dengan sabun dan air bersih.
Perlu adanya sangsi yang tegas bagi warga yang tidak mengikuti protokol kesehatan Covid-19, karena tanpa harussangsi yang tegas diterapkan kadang warga tidak peduli.(skm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *